Kita Ada Karena Kebersamaan
Kita Ada Karena Perbedaan
Kita Ada Untuk Memerangi Kesalahan SYSTEM
Guyub Rukun Berjuang Bersama
(Bukan OMEK)

Sabtu, 26 Desember 2009

pragmatis, what is that ?

Apa artinya?
Menurut pemahaman saya (belum sempat membuka kamus), seorang yang pragmatis adalah orang yang melakukan sesuatu demi mencapai tujuan-tujuan praktis (biasanya jangka pendek).
Kata pragmatis biasanya sering dilawankan dengan kata idealis. Istilah ini sering digelarkan kepada orang-orang yang ‘kekuasaan oriented’. Karena itu kata ini punya konotasi negatif.
Pragmatisme adalah aliran pemikiran yang memandang bahwa benar tidaknya suatu ucapan, dalil, atau teori, semata-mata bergantung kepada berfaedah atau tidaknya ucapan, dalil, atau teori tersebut bagi manusia untuk bertindak dalam kehidupannya. Ide ini merupakan budaya dan tradisi berpikir Amerika khususnya dan Barat pada umumnya, yang lahir sebagai sebuah upaya intelektual untuk menjawab problem-problem yang terjadi pada awal abad ini. Pragmatisme mulai dirintis di Amerika oleh Charles S. Peirce (1839-1942), yang kemudian dikembangkan oleh William James (1842-1910) dan John Dewey (1859-1952).


Dalam sebuah organisasi, visi dan misi adalah idealismenya. Sedangkan strategi dan program kerja adalah pragmatismenya. Capaian-capaian dan parameter keberhasilan sebuah program kerja harus terukur (measurable). Contoh parameter keberhasilan antara lain: berapa uang yang masuk kas karena program yang kita adakan, berapa anggota baru yang terekrut berkat program kita, berapa orang yang hadir pada program kita, berapa orang yang menyatakan dukungan pada program kita, dan seterusnya. Dan semestinya, strategi dan program kerja selaras dengan visi dan misi organisasi. Artinya pragmatisme itu masih dalam bingkai idealisme.

Dalam konteks demokrasi Indonesia, idealisme merupakan makanan yang lezat, memang. Tapi hanya bagi minoritas orang (yang cerdas saja). Mayoritas menganggapnya susah dicerna, sehingga tidak peduli. Oleh karena itu, menampilkan idealisme hanya akan menarik perhatian minoritas orang saja. Padahal dalam demokrasi, jumlah itu sangat penting.
Kritik terhadap Pragmatisme itu sendiri
Pragmatisme adalah aliran yang mengukur kebenaran suatu ide dengan kegunaan praktis yang dihasilkannya untuk memenuhi kebutuhan manusia. Ide ini keliru dari tiga sisi.

Pertama, Pragmatisme mencampur adukkan kriteria kebenaran ide dengan kegunaan praktisnya. Kebenaran suatu ide adalah satu hal, sedang kegunaan praktis ide itu adalah hal lain. Kebenaran sebuah ide diukur dengan kesesuaian ide itu dengan realitas, atau dengan standar-standar yang dibangun di atas ide dasar yang sudah diketahui kesesuaiannya dengan realitas.

Sedang kegunaan praktis suatu ide untuk memenuhi hajat manusia, tidak diukur dari keberhasilan penerapan ide itu sendiri, tetapi dari kebenaran ide yang diterapkan. Maka, kegunaan praktis ide tidak mengandung implikasi kebenaran ide, tetapi hanya menunjukkan fakta terpuaskannya kebutuhan manusia .

Kedua, Pragmatisme menafikan peran akal manusia. Menetapkan kebenaran sebuah ide adalah aktivitas intelektual dengan menggunakan standar-standar tertentu. Sedang penetapan kepuasan manusia dalam pemenuhan kebutuhannya adalah sebuah identifikasi instinktif. Memang identifikasi instinktif dapat menjadi ukuran kepuasan manusia dalam pemuasan hajatnya, tapi tak dapat menjadi ukuran kebenaran sebuah ide. Maka, Pragmatisme berarti telah menafikan aktivitas intelektual dan menggantinya dengan identifikasi instinktif. Atau dengan kata lain, Pragmatisme telah menundukkan keputusan akal kepada kesimpulan yang dihasilkan dari identifikasi instinktif .

Ketiga. Pragmatisme menimbulkan relativitas dan kenisbian kebenaran sesuai dengan perubahan subjek penilai ide –baik individu, kelompok, dan masyarakat– dan perubahan konteks waktu dan tempat. Dengan kata lain, kebenaran hakiki Pragmatisme baru dapat dibuktikan –menurut Pragmatisme itu sendiri– setelah melalui pengujian kepada seluruh manusia dalam seluruh waktu dan tempat. Dan ini mustahil dan tak akan pernah terjadi. Maka, Pragmatisme berarti telah menjelaskan inkonsistensi internal yang dikandungnya dan menafikan dirinya sendiri .

Jelas sekali bahwa Pragmatisme sebagai standar ide dan perbuatan sangat bertentangan dengan Islam. Sebab Islam memandang bahwa standar perbuatan adalah halal haram, yaitu perintah-perintah dan larangan-larangan Allah. Bukan kemanfaatan atau kegunaan riil untuk memenuhi kebutuhan manusia yang dihasilkan oleh sebuah ide, ajaran, teori, atau hipotesis.

Pragmatisme adalah ide batil dan ide kufur yang sangat mungkar, karena ide tersebut dibangun di atas landasan ideologi yang kufur, dihasilkan dengan metode berpikir yang tidak tepat, serta mengandung kerancuan dan kekacauan pada dirinya sendiri.

Oleh karena itu, karena Pragmatisme adalah suatu kemungkaran, maka seorang muslim wajib menghancurkan dan membuang Pragmatisme dengan sekuat tenaga serta melawan siapa saja yang hendak menyesatkan umat dengan menjajakan ide hina dan berbahaya ini di tengah-tengah umat Islam yang sedang berjalan menuju kepada kebangkitannya. [Muhammad Shiddiq Al Jawi]

Senin, 21 Desember 2009

SEMANGAT PERUBAHAN BERJUANG BERSAMA


Bumi berputar.
Ia selalu bergerak.
Seiring bergerak dan berputarnya bumi, manusia-pun berubah. Dan memang tiada sesuatupun yang abadi kecuali P-E-R-U-B-A-H-A-N itu sendiri.

Sepeda "pancal" atau sering pula disebut dengan sepeda angin, juga mengalami beraneka perubahan, tidak hanya bervariasi-nya bentuk tetapi juga beragam-nya fungsi. Kala lampau, sepeda masih menjadi alat transportasi dominan dalam lalu lintas hidup manusia. Ia menjadi alat antar ke pasar, sekolah, kuliah, mengabdi dan aneka fungsi lain yang melekat padanya. Saat ini, fungsi dominan itu sudah mulai mengalami pergeseran. Sepeda relatif semakin banyak yang dipakai sebagai media ber-olah raga. Kondisi itu menuntut berubahnya bentuk. Dan sepeda yang sudah "terlanjur" terbentuk dengan model "usang" mengalami "promosi" menjadi barang antik yang eksklusif dan aji.
(Dikutip dari Cak SU)

Tetapi, itu tidak berlaku sepenuhnya bagi Mbah Seran, tetanggaku.
"Mbah, kok masih pakai sepeda pancal?" tanya saya suatu tempo.
"Lha… piye to Su, wong punya-nya Mbah cuma ini!" jawabnya.
"Masih bagus sepeda-nya Mbah!" kataku memuji.
"Alhamdulillah Su, ini memang gazelle asli!, Disamping bagus, sepeda ini sekarang juga mulyo lho Su!"
"Mulyo dos pundhi Mbah?!"
"Lha gimana, sepeda ini kerjone mung entheng!"
"Ringan?! Ringan gimana Mbah?!"
"Wis ora tau tak tumpak-i, tetapi cuma Mbah pakai teken!"
???

Itulah Mbah Seran, yang perginya selalu dengan sepeda pancal-nya, tidak pernah dinaiki tetapi hanya dipakai sebagai "tongkat" bagi-nya untuk berjalan. Usia tua dan ke-"gengsi"-an beliau menggunakan tongkat ketika jalan, mendorong sepeda-pun berevolusi menjadi…T-O-N-G-K-A-T. Manusiapun demikian, selalu berubah bergeser dibombardir dan akhirnya "berdamai"
(dengan produk kapitalisme!)

Minggu, 06 Desember 2009

PEMILU KAMPUS UM TLAH DATANG

SALAM PERDAMAIAN MAHASISWA.........
GENDERANG PERSAINGAN TELAH DI TABUH.....
TAK HANYA BEDUG TAKBIR MENYAMBUT IDUL ADHA YANG MULAI BERTALU- TALU....
KAMPUS UM JG TELAH BERIUH RIANG DENGAN PERSIAPAN GENDERANG PESTA DEMOKRASI MINIATUR NEGARA. DARI JURUSAN, FAKULTAS MAUPUN ORGANISASI PEMERINTAHAN TINGKAT UNIVERSITAS TELAH MULAI MENABUHKAN GENDERANGNYA MASING -MASING....
APAKAH SYSTEM LAMA YANG DIKATAKAN SUDAH "BAGUS" OLEH SEBAGIAN ORANG AKAN TETAP BERJAYA MEMIMPIN MINIATUR NEGARA INI MENUJU KEBERHASILAN SESUAI DENGAN MISI YANG DIEMBAN MASING-MASING CALON / KELOMPOKNYA??
APAKAH TEMAN - TEMAN MAHASISWA BIASA PEKA,TAHU BAHKAN DAPAT MERASAKAN DETAIL APA YANG TELAH DILAKUKAN PARA PEMIMPIN MUNIATUR NEGARA DARI DAHULU SAMPAI SEKARANG INI SUDAH UNTUK KEMAJUAN MAHASISWA ATAU KAMPUS??
TAPI APA AUDIENSI YANG DI BUAT PARA LEGISLATIF MAHASISWA KAMPUS INI SUDAH TERSAMPAIKAN BAHKAN SUDAH TERWUJUD?
APA SUDAH BERALIH FUNGSI DITEMPAT PENAMPUNGAN BAHAN TAK TERPAKAI ??
KALIANLAH YANG TAU DAN DAPAT MERASAKANNYA TEMAN - TEMAN MAHASISWA...
APAPUN YANG TERJADI NANTI ADALAH JAWABAN YANG TERBAIK DARI SANG KHOLIQ...
JANGAN KITA KESAMPINGKAN SEMANGAT PERSAUDARAAN DAN KASIH PADA PESTA DEMOKRASI DI UM...
HIDUP MAHASISWA..........

CALON PEMIMPIN-PEMIMPIN UM




Jgn lp fren2q nyocoblos ya
FE-UM tgl 17 DESEMBER
Sukses bwt calon
@ presiden mahasiswa : Fahmi no. 3
@ BEMFE : DEDIS KOMDIS ANAK BLITAR no. 2
@ HMJ EKP : TiO no. 1
@ dewan FE: ana, maya, failur, irsyad, aning dkk

IDEALISME KAMPUS MUDA

SALAM PERDAMAIAN MAHASISWA.........
GENDERANG PERSAINGAN TELAH DI TABUH.....
TAK HANYA BEDUG TAKBIR MENYAMBUT IDUL ADHA YANG MULAI BERTALU- TALU....
KAMPUS UM JG TELAH BERIUH RIANG DENGAN PERSIAPAN GENDERANG PESTA DEMOKRASI MINIATUR NEGARA. DARI JURUSAN, FAKULTAS MAUPUN ORGANISASI PEMERINTAHAN TINGKAT UNIVERSITAS TELAH MULAI MENABUHKAN GENDERANGNYA MASING -MASING....
APAKAH SYSTEM LAMA YANG DIKATAKAN SUDAH "BAGUS" OLEH SEBAGIAN ORANG AKAN TETAP BERJAYA MEMIMPIN MINIATUR NEGARA INI MENUJU KEBERHASILAN SESUAI DENGAN MISI YANG DIEMBAN MASING-MASING CALON / KELOMPOKNYA??
APAKAH TEMAN - TEMAN MAHASISWA BIASA PEKA,TAHU BAHKAN DAPAT MERASAKAN DETAIL APA YANG TELAH DILAKUKAN PARA PEMIMPIN MUNIATUR NEGARA DARI DAHULU SAMPAI SEKARANG INI SUDAH UNTUK KEMAJUAN MAHASISWA ATAU KAMPUS??
TAPI APA AUDIENSI YANG DI BUAT PARA LEGISLATIF MAHASISWA KAMPUS INI SUDAH TERSAMPAIKAN BAHKAN SUDAH TERWUJUD?
APA SUDAH BERALIH FUNGSI DITEMPAT PENAMPUNGAN BAHAN TAK TERPAKAI ??
KALIANLAH YANG TAU DAN DAPAT MERASAKANNYA TEMAN - TEMAN MAHASISWA...
APAPUN YANG TERJADI NANTI ADALAH JAWABAN YANG TERBAIK DARI SANG KHOLIQ...
JANGAN KITA KESAMPINGKAN SEMANGAT PERSAUDARAAN DAN KASIH PADA PESTA DEMOKRASI DI UM...
Berbagai pemikiran mahasiswa yang sadar akan organisasi kampus....

tapi kenapa mereka hanya berjuang dengan golongannya saja??

apa kepentingan umum dan nama organisasi adalah semu ??

sebuah rumah hanya tergantung siapa penghuninya, apakah benar ??

NETRALKAN DARI KEPENTINGAN PRIBADI/ KELOMPOK !!!
HIDUP MAHASISWA..........

UU RI no. 10 Tahun 2008 tentang PEMILU

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 10 TAHUN 2008
TENTANG
PEMILIHAN UMUM
ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT,
DEWAN PERWAKILAN DAERAH,
DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH

UU RI no. 22 Tahun 2007 tentang "PENYELENGARAAN PEMILU"

SEMOGA DAPAT MENJADI PERTIMBANGAN TEMAN-TEMAN KPU KAMPUS DALAM MEMBUAT ATURAN KPU KAMPUS