Kita Ada Karena Kebersamaan
Kita Ada Karena Perbedaan
Kita Ada Untuk Memerangi Kesalahan SYSTEM
Guyub Rukun Berjuang Bersama
(Bukan OMEK)

Senin, 21 Desember 2009

SEMANGAT PERUBAHAN BERJUANG BERSAMA


Bumi berputar.
Ia selalu bergerak.
Seiring bergerak dan berputarnya bumi, manusia-pun berubah. Dan memang tiada sesuatupun yang abadi kecuali P-E-R-U-B-A-H-A-N itu sendiri.

Sepeda "pancal" atau sering pula disebut dengan sepeda angin, juga mengalami beraneka perubahan, tidak hanya bervariasi-nya bentuk tetapi juga beragam-nya fungsi. Kala lampau, sepeda masih menjadi alat transportasi dominan dalam lalu lintas hidup manusia. Ia menjadi alat antar ke pasar, sekolah, kuliah, mengabdi dan aneka fungsi lain yang melekat padanya. Saat ini, fungsi dominan itu sudah mulai mengalami pergeseran. Sepeda relatif semakin banyak yang dipakai sebagai media ber-olah raga. Kondisi itu menuntut berubahnya bentuk. Dan sepeda yang sudah "terlanjur" terbentuk dengan model "usang" mengalami "promosi" menjadi barang antik yang eksklusif dan aji.
(Dikutip dari Cak SU)

Tetapi, itu tidak berlaku sepenuhnya bagi Mbah Seran, tetanggaku.
"Mbah, kok masih pakai sepeda pancal?" tanya saya suatu tempo.
"Lha… piye to Su, wong punya-nya Mbah cuma ini!" jawabnya.
"Masih bagus sepeda-nya Mbah!" kataku memuji.
"Alhamdulillah Su, ini memang gazelle asli!, Disamping bagus, sepeda ini sekarang juga mulyo lho Su!"
"Mulyo dos pundhi Mbah?!"
"Lha gimana, sepeda ini kerjone mung entheng!"
"Ringan?! Ringan gimana Mbah?!"
"Wis ora tau tak tumpak-i, tetapi cuma Mbah pakai teken!"
???

Itulah Mbah Seran, yang perginya selalu dengan sepeda pancal-nya, tidak pernah dinaiki tetapi hanya dipakai sebagai "tongkat" bagi-nya untuk berjalan. Usia tua dan ke-"gengsi"-an beliau menggunakan tongkat ketika jalan, mendorong sepeda-pun berevolusi menjadi…T-O-N-G-K-A-T. Manusiapun demikian, selalu berubah bergeser dibombardir dan akhirnya "berdamai"
(dengan produk kapitalisme!)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

jangan berbau intimidasi atau SARA YA...