Kita Ada Karena Kebersamaan
Kita Ada Karena Perbedaan
Kita Ada Untuk Memerangi Kesalahan SYSTEM
Guyub Rukun Berjuang Bersama
(Bukan OMEK)

Minggu, 03 Januari 2010

CERMIN

Di sebuah hunian dalam keramaian kota yang penuh sesak dan polusi dimana-mana....hiduplah sebuah keluarga yang dulunya bahagia dan harmonis dengan kesederhanaannya. hingga pd waktunya masuklah sebuah nafsu menguasai dan berkuasa dalam diri masing2nya.

Dalam rumah tsb awalnya hanya ada sebuah sisir yang menjadi alat bersoleknya, dan saat banyaknya keuntungan di dapat, si tuan rumah membeli sebuah cermin yang lambat laun bersahabat dengan sisir. sebut saja si cermin yang jika diibaratkan manusia, cermin adalah seseorang yang berdiri tegak dengan tumpuan kaki2 yang kuat dan selalu di butuhkan pemilik rumah untuk bersolek dengan hasrat menyombongkan diri pada dunia atas keberhasilan dirinya.

setelah beberapa tahun si cermin dan si Sisir di gunakan, si cermin mulai brani membusungkan dadanya dan berkata pada Sisir, ” apa kabar kawaaan....bagaimana menurutmu? sudah hebatkan aq ini??”. dan dengan senyum ramah dan penuh hormat sopan Si Sisir menjawab, “ baik sobat…..sangat hebat dalam Konteks q”. mendengar ucapan sisir, cermin sedikit dongkol, ”apa maksudmu dengan HEBAT DALAM KONTEKSQ sobat? kau meragukan kemampuan Q?!! sudahlah akui saja aq lebih di pentingkan keluarga ini disbanding engkau….mau bukti??? lihatlah kawan, stiap pagi keluarga ini bergantung dengan q, mreka akan takut keluar rumah jika tak mempersiapkan dirinya di depan Q!!!

Si Cermin terus membangga-banggakan dirinya saat sisir mencoba bersabar terus mengikuti omongan penghuni muda rumah tersebut walo cermin terus menganggap sisir bukanlah siapa2 dalam hunian tsb. sampai pada batas kesabarannya sisirpun berkata pada cermin “ maaf sobat….q tak bermaksud berkata tak sopan padamu, hanya saja q perpikr dlm benakq tentangmu… sobat, pernahkah kau berfikir bahwa kau masih punya sisi yang kurang?? pernahkah kau melihat dirimu sndr sblm memberi gambaran pada orang yang berdiri di depanmu?! pernahkah pula kau menyesal karna kau telah menjadikan mereka(penghuni rumah) sombong dengan kamuflase diri mereka yang tak mreka bawa keliang lahat mreka??”.

mendengar kata2 sobatnya Si cermin mulai tertunduk malu, sedangkan Si Sisir masih menyelipkan satu pertanyaan pada cermin, ”kawan....maukah kau bantu mreka menunjukkan apa arti sesungguhnya kita di hadirkan di dunia ini??”.
(arti SISIR= meluruskan segala hal yang kusut/ ruwet seperti ruwetnya manusia jika berhadapan dengan kebajibannya dengan Manusia dan dengan Tuhan. CERMIN= alat yang mengingatkan kita untuk sadar bahwa didunia ini hanya inilah sebenarnya manusia, tak ada yang lebih. semua sama dalam fisik kecuali iman kitalah yang membedakan Kita)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

jangan berbau intimidasi atau SARA YA...