Kita Ada Karena Kebersamaan
Kita Ada Karena Perbedaan
Kita Ada Untuk Memerangi Kesalahan SYSTEM
Guyub Rukun Berjuang Bersama
(Bukan OMEK)

Rabu, 20 Januari 2010

HARMONI GAZZA




Jalur Gaza, ribuan rakyat dan anak-anak Palestina yang tak berdosa meninggal. Bahkan efek bom fosfor yang dilepaskan oleh Israel masih membekas di tubuh para korban dan kelaparan akibat blockade yang dilakukan oleh israel. Mata internasional pada saat infansi di jalur gaza seakan tertutup rapat. Entah, apa yang terbesit dalam benak para pemimpin-pemimpin dunia pada saat itu. Yup, PBB khususnya… apa kata harmoni kehidupan yang menonjolkan penyelarasan perbedaan untuk mencapai kedamaian dunia masih berlaku??

Saat melihat kepala anak-anak dibawah umur bercucuran darah, manula tertatit-tatih menyelamatkan diri dari serangan apakah itu saat harmoni berjalan dengan baik?. Manusia adalah tetap manusia, selalu ada yang kurang dalam hidupnya. Wilayah yang dititipkan pada kita oleh Sang Kholiq harusnya jadi tempat bersama yang harus di rawat dan dilestarikan dengan baik. Bukannya di jadikan sebagai ajang perebutkan untuk menunjukkan eksistensi sebuah golongan. Ingatkah kalian para pemimpin, saat mentari mulai muncul dan anak-anak kalian terbangun mencarimu?. “ ayah…ibu…” kata anak-anak kalian berulang-ulang sambil merengek. Dan kalianpun menjawab dengan penuh bahagia “ selamat pagi anakku…tenang, ayah dan ibu akan selalu disampingmu”… ( seharusnya ini yang harusnya ada di benak kalian). Sekarang pandanglah mata kalian, jika kalian menjadi rakyat palestina. Apakah kalian masih bisa mengucapkan dan menemui hal itu?

Kecelakaan, salah sasaran… apakah itu alasan yang tepat untuk menebus semua itu??. Dengan kedok mencari persembunyian atau menyerang HAMAS yang kalian sebut – sebut sebagai “TERORIS”. Sekarang, apakah yang kalian lakukan bukan suatu terror bagi rakyat palestina?

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Harmoni, kata yang syarat dengan kedamaian dan ketenangan, yang akan tercipta jika mau duduk sejajar sebagai umat manusia tanpa memikirkan adanya perbedaan sedikitpun seperti yang banyak agama ajarkan. Dalam hidup, kata ini akan lebih mudah dikatakan ketimbang dilakukan. Banyak orang-orang tanpa kecuali kita sendiri masih saja ingin mendapat pengakuan diri di mata makhluk hidup lainnya. Kita contohkan saja kita yang ingin mendapat pasangan yang lebih baik dari pasangan kita sekarang. He…he… aku masih ingat kata-kata temanku kemarin, “ Friend, hal yang baru selalu akan tampak lebih indah… seperti baju di toko itu lho..” sambil tersenyum syarat makna.

Memang, kita sebagai manusia selalu merasa kurang atas segalanya. Tapi apakah harus mengorbankan orang lain?. Kita kembali ke HARMONI. Layaknya HARMONIKA, harmonika akan menciptakan suatu nada – nada yang indah dan dinamis jika kita meniupnya dengan tepat dan penuh perasaan. Tapi sayangnya kita belum bisa melakukannya. Andainya kita memikirkan itu, maka kita harus memulainya dari diri kita sendiri sebelum kita mengecam atau mencemooh orang lain akan tindakannya. Ya… kita harus mulai belajar mengerti, memahami arti dan tujuan dari HARMONI, menurutmu???

Minggu, 03 Januari 2010

Diesel Tua - akan kah terkenang ?


Mobil kijang keluaran 1987 bertenaga diesel merupakan mobil terbaik di masanya, banyak orang simpatik, tertarik atas bentuk dan tenaganya yang luar biasa. Bahkan sampai sekarangpun q masih sering melihat kijang tersebut lalu-lalang di jalanan protocol kota Malang. Tapi bedanya, sekarang kijang 87 itu lebih banyak mengeluarkan asap tebal. Beberapa saat yang lalu, ayahq yang hobi gonta-ganti mobil membeli mobil kijang yang serupa, karena kurang mendapat perlakuan yang baik, si kijang lambat panas tersebut jadi sering mogok. Mesin dieselnya tak sebandel masa mudanya dulu. Sekarang si kijang diesel hanyalah seonggok rongsokan yang akan enak digunakan jika mesin sudah mulai panas. Kenyamanan berkendara kijang itupun tak berdurasi lama, hanya sampai 1-3 jam si kijang diesel akan bekerja dengan baik.

Setelah itu ya… minta istirahat dulu deh!

Kenapa kita tak pernah mengoptimalkan masa muda kita dengan baik seperti kijang diesel pada masa 80-an ya?? Banyak hal yang kita damba-dambakan ternyata sudah pernah kita lakukan tapi dengan biasa-biasa saja. Di saat kita mulai bisa nyaman, damai, tenang dengan suatu hal yang indah selalu hanya sebentar?? Kenapa pula kita baaru bisa menghargai yang kita miliki dulu, setelah kita kehilangan orang/ moment tersebut??

Untuk itu, marilah kawan kita optimalkan hari ini dengan baik, sebelum kita kehilangan masa-masa itu.

YESTERDAY IS STUDY N’ WARNING…

TODAY IS GIFT N’ PRAY…

TOMORROW IS MISTERY N’ MIRACLE…

Isn’t That??

CERMIN

Di sebuah hunian dalam keramaian kota yang penuh sesak dan polusi dimana-mana....hiduplah sebuah keluarga yang dulunya bahagia dan harmonis dengan kesederhanaannya. hingga pd waktunya masuklah sebuah nafsu menguasai dan berkuasa dalam diri masing2nya.

Dalam rumah tsb awalnya hanya ada sebuah sisir yang menjadi alat bersoleknya, dan saat banyaknya keuntungan di dapat, si tuan rumah membeli sebuah cermin yang lambat laun bersahabat dengan sisir. sebut saja si cermin yang jika diibaratkan manusia, cermin adalah seseorang yang berdiri tegak dengan tumpuan kaki2 yang kuat dan selalu di butuhkan pemilik rumah untuk bersolek dengan hasrat menyombongkan diri pada dunia atas keberhasilan dirinya.

setelah beberapa tahun si cermin dan si Sisir di gunakan, si cermin mulai brani membusungkan dadanya dan berkata pada Sisir, ” apa kabar kawaaan....bagaimana menurutmu? sudah hebatkan aq ini??”. dan dengan senyum ramah dan penuh hormat sopan Si Sisir menjawab, “ baik sobat…..sangat hebat dalam Konteks q”. mendengar ucapan sisir, cermin sedikit dongkol, ”apa maksudmu dengan HEBAT DALAM KONTEKSQ sobat? kau meragukan kemampuan Q?!! sudahlah akui saja aq lebih di pentingkan keluarga ini disbanding engkau….mau bukti??? lihatlah kawan, stiap pagi keluarga ini bergantung dengan q, mreka akan takut keluar rumah jika tak mempersiapkan dirinya di depan Q!!!

Si Cermin terus membangga-banggakan dirinya saat sisir mencoba bersabar terus mengikuti omongan penghuni muda rumah tersebut walo cermin terus menganggap sisir bukanlah siapa2 dalam hunian tsb. sampai pada batas kesabarannya sisirpun berkata pada cermin “ maaf sobat….q tak bermaksud berkata tak sopan padamu, hanya saja q perpikr dlm benakq tentangmu… sobat, pernahkah kau berfikir bahwa kau masih punya sisi yang kurang?? pernahkah kau melihat dirimu sndr sblm memberi gambaran pada orang yang berdiri di depanmu?! pernahkah pula kau menyesal karna kau telah menjadikan mereka(penghuni rumah) sombong dengan kamuflase diri mereka yang tak mreka bawa keliang lahat mreka??”.

mendengar kata2 sobatnya Si cermin mulai tertunduk malu, sedangkan Si Sisir masih menyelipkan satu pertanyaan pada cermin, ”kawan....maukah kau bantu mreka menunjukkan apa arti sesungguhnya kita di hadirkan di dunia ini??”.
(arti SISIR= meluruskan segala hal yang kusut/ ruwet seperti ruwetnya manusia jika berhadapan dengan kebajibannya dengan Manusia dan dengan Tuhan. CERMIN= alat yang mengingatkan kita untuk sadar bahwa didunia ini hanya inilah sebenarnya manusia, tak ada yang lebih. semua sama dalam fisik kecuali iman kitalah yang membedakan Kita)

Sabtu, 26 Desember 2009

pragmatis, what is that ?

Apa artinya?
Menurut pemahaman saya (belum sempat membuka kamus), seorang yang pragmatis adalah orang yang melakukan sesuatu demi mencapai tujuan-tujuan praktis (biasanya jangka pendek).
Kata pragmatis biasanya sering dilawankan dengan kata idealis. Istilah ini sering digelarkan kepada orang-orang yang ‘kekuasaan oriented’. Karena itu kata ini punya konotasi negatif.
Pragmatisme adalah aliran pemikiran yang memandang bahwa benar tidaknya suatu ucapan, dalil, atau teori, semata-mata bergantung kepada berfaedah atau tidaknya ucapan, dalil, atau teori tersebut bagi manusia untuk bertindak dalam kehidupannya. Ide ini merupakan budaya dan tradisi berpikir Amerika khususnya dan Barat pada umumnya, yang lahir sebagai sebuah upaya intelektual untuk menjawab problem-problem yang terjadi pada awal abad ini. Pragmatisme mulai dirintis di Amerika oleh Charles S. Peirce (1839-1942), yang kemudian dikembangkan oleh William James (1842-1910) dan John Dewey (1859-1952).


Dalam sebuah organisasi, visi dan misi adalah idealismenya. Sedangkan strategi dan program kerja adalah pragmatismenya. Capaian-capaian dan parameter keberhasilan sebuah program kerja harus terukur (measurable). Contoh parameter keberhasilan antara lain: berapa uang yang masuk kas karena program yang kita adakan, berapa anggota baru yang terekrut berkat program kita, berapa orang yang hadir pada program kita, berapa orang yang menyatakan dukungan pada program kita, dan seterusnya. Dan semestinya, strategi dan program kerja selaras dengan visi dan misi organisasi. Artinya pragmatisme itu masih dalam bingkai idealisme.

Dalam konteks demokrasi Indonesia, idealisme merupakan makanan yang lezat, memang. Tapi hanya bagi minoritas orang (yang cerdas saja). Mayoritas menganggapnya susah dicerna, sehingga tidak peduli. Oleh karena itu, menampilkan idealisme hanya akan menarik perhatian minoritas orang saja. Padahal dalam demokrasi, jumlah itu sangat penting.
Kritik terhadap Pragmatisme itu sendiri
Pragmatisme adalah aliran yang mengukur kebenaran suatu ide dengan kegunaan praktis yang dihasilkannya untuk memenuhi kebutuhan manusia. Ide ini keliru dari tiga sisi.

Pertama, Pragmatisme mencampur adukkan kriteria kebenaran ide dengan kegunaan praktisnya. Kebenaran suatu ide adalah satu hal, sedang kegunaan praktis ide itu adalah hal lain. Kebenaran sebuah ide diukur dengan kesesuaian ide itu dengan realitas, atau dengan standar-standar yang dibangun di atas ide dasar yang sudah diketahui kesesuaiannya dengan realitas.

Sedang kegunaan praktis suatu ide untuk memenuhi hajat manusia, tidak diukur dari keberhasilan penerapan ide itu sendiri, tetapi dari kebenaran ide yang diterapkan. Maka, kegunaan praktis ide tidak mengandung implikasi kebenaran ide, tetapi hanya menunjukkan fakta terpuaskannya kebutuhan manusia .

Kedua, Pragmatisme menafikan peran akal manusia. Menetapkan kebenaran sebuah ide adalah aktivitas intelektual dengan menggunakan standar-standar tertentu. Sedang penetapan kepuasan manusia dalam pemenuhan kebutuhannya adalah sebuah identifikasi instinktif. Memang identifikasi instinktif dapat menjadi ukuran kepuasan manusia dalam pemuasan hajatnya, tapi tak dapat menjadi ukuran kebenaran sebuah ide. Maka, Pragmatisme berarti telah menafikan aktivitas intelektual dan menggantinya dengan identifikasi instinktif. Atau dengan kata lain, Pragmatisme telah menundukkan keputusan akal kepada kesimpulan yang dihasilkan dari identifikasi instinktif .

Ketiga. Pragmatisme menimbulkan relativitas dan kenisbian kebenaran sesuai dengan perubahan subjek penilai ide –baik individu, kelompok, dan masyarakat– dan perubahan konteks waktu dan tempat. Dengan kata lain, kebenaran hakiki Pragmatisme baru dapat dibuktikan –menurut Pragmatisme itu sendiri– setelah melalui pengujian kepada seluruh manusia dalam seluruh waktu dan tempat. Dan ini mustahil dan tak akan pernah terjadi. Maka, Pragmatisme berarti telah menjelaskan inkonsistensi internal yang dikandungnya dan menafikan dirinya sendiri .

Jelas sekali bahwa Pragmatisme sebagai standar ide dan perbuatan sangat bertentangan dengan Islam. Sebab Islam memandang bahwa standar perbuatan adalah halal haram, yaitu perintah-perintah dan larangan-larangan Allah. Bukan kemanfaatan atau kegunaan riil untuk memenuhi kebutuhan manusia yang dihasilkan oleh sebuah ide, ajaran, teori, atau hipotesis.

Pragmatisme adalah ide batil dan ide kufur yang sangat mungkar, karena ide tersebut dibangun di atas landasan ideologi yang kufur, dihasilkan dengan metode berpikir yang tidak tepat, serta mengandung kerancuan dan kekacauan pada dirinya sendiri.

Oleh karena itu, karena Pragmatisme adalah suatu kemungkaran, maka seorang muslim wajib menghancurkan dan membuang Pragmatisme dengan sekuat tenaga serta melawan siapa saja yang hendak menyesatkan umat dengan menjajakan ide hina dan berbahaya ini di tengah-tengah umat Islam yang sedang berjalan menuju kepada kebangkitannya. [Muhammad Shiddiq Al Jawi]

Senin, 21 Desember 2009

SEMANGAT PERUBAHAN BERJUANG BERSAMA


Bumi berputar.
Ia selalu bergerak.
Seiring bergerak dan berputarnya bumi, manusia-pun berubah. Dan memang tiada sesuatupun yang abadi kecuali P-E-R-U-B-A-H-A-N itu sendiri.

Sepeda "pancal" atau sering pula disebut dengan sepeda angin, juga mengalami beraneka perubahan, tidak hanya bervariasi-nya bentuk tetapi juga beragam-nya fungsi. Kala lampau, sepeda masih menjadi alat transportasi dominan dalam lalu lintas hidup manusia. Ia menjadi alat antar ke pasar, sekolah, kuliah, mengabdi dan aneka fungsi lain yang melekat padanya. Saat ini, fungsi dominan itu sudah mulai mengalami pergeseran. Sepeda relatif semakin banyak yang dipakai sebagai media ber-olah raga. Kondisi itu menuntut berubahnya bentuk. Dan sepeda yang sudah "terlanjur" terbentuk dengan model "usang" mengalami "promosi" menjadi barang antik yang eksklusif dan aji.
(Dikutip dari Cak SU)

Tetapi, itu tidak berlaku sepenuhnya bagi Mbah Seran, tetanggaku.
"Mbah, kok masih pakai sepeda pancal?" tanya saya suatu tempo.
"Lha… piye to Su, wong punya-nya Mbah cuma ini!" jawabnya.
"Masih bagus sepeda-nya Mbah!" kataku memuji.
"Alhamdulillah Su, ini memang gazelle asli!, Disamping bagus, sepeda ini sekarang juga mulyo lho Su!"
"Mulyo dos pundhi Mbah?!"
"Lha gimana, sepeda ini kerjone mung entheng!"
"Ringan?! Ringan gimana Mbah?!"
"Wis ora tau tak tumpak-i, tetapi cuma Mbah pakai teken!"
???

Itulah Mbah Seran, yang perginya selalu dengan sepeda pancal-nya, tidak pernah dinaiki tetapi hanya dipakai sebagai "tongkat" bagi-nya untuk berjalan. Usia tua dan ke-"gengsi"-an beliau menggunakan tongkat ketika jalan, mendorong sepeda-pun berevolusi menjadi…T-O-N-G-K-A-T. Manusiapun demikian, selalu berubah bergeser dibombardir dan akhirnya "berdamai"
(dengan produk kapitalisme!)

Minggu, 06 Desember 2009

PEMILU KAMPUS UM TLAH DATANG

SALAM PERDAMAIAN MAHASISWA.........
GENDERANG PERSAINGAN TELAH DI TABUH.....
TAK HANYA BEDUG TAKBIR MENYAMBUT IDUL ADHA YANG MULAI BERTALU- TALU....
KAMPUS UM JG TELAH BERIUH RIANG DENGAN PERSIAPAN GENDERANG PESTA DEMOKRASI MINIATUR NEGARA. DARI JURUSAN, FAKULTAS MAUPUN ORGANISASI PEMERINTAHAN TINGKAT UNIVERSITAS TELAH MULAI MENABUHKAN GENDERANGNYA MASING -MASING....
APAKAH SYSTEM LAMA YANG DIKATAKAN SUDAH "BAGUS" OLEH SEBAGIAN ORANG AKAN TETAP BERJAYA MEMIMPIN MINIATUR NEGARA INI MENUJU KEBERHASILAN SESUAI DENGAN MISI YANG DIEMBAN MASING-MASING CALON / KELOMPOKNYA??
APAKAH TEMAN - TEMAN MAHASISWA BIASA PEKA,TAHU BAHKAN DAPAT MERASAKAN DETAIL APA YANG TELAH DILAKUKAN PARA PEMIMPIN MUNIATUR NEGARA DARI DAHULU SAMPAI SEKARANG INI SUDAH UNTUK KEMAJUAN MAHASISWA ATAU KAMPUS??
TAPI APA AUDIENSI YANG DI BUAT PARA LEGISLATIF MAHASISWA KAMPUS INI SUDAH TERSAMPAIKAN BAHKAN SUDAH TERWUJUD?
APA SUDAH BERALIH FUNGSI DITEMPAT PENAMPUNGAN BAHAN TAK TERPAKAI ??
KALIANLAH YANG TAU DAN DAPAT MERASAKANNYA TEMAN - TEMAN MAHASISWA...
APAPUN YANG TERJADI NANTI ADALAH JAWABAN YANG TERBAIK DARI SANG KHOLIQ...
JANGAN KITA KESAMPINGKAN SEMANGAT PERSAUDARAAN DAN KASIH PADA PESTA DEMOKRASI DI UM...
HIDUP MAHASISWA..........

CALON PEMIMPIN-PEMIMPIN UM




Jgn lp fren2q nyocoblos ya
FE-UM tgl 17 DESEMBER
Sukses bwt calon
@ presiden mahasiswa : Fahmi no. 3
@ BEMFE : DEDIS KOMDIS ANAK BLITAR no. 2
@ HMJ EKP : TiO no. 1
@ dewan FE: ana, maya, failur, irsyad, aning dkk